Ringkasan Fikih Tata Cara Salat & Bacaannya Lengkap
A.
Berdiri
·
Takbiratul ihram : yakni takbir yg mengharamkan perkara
luar di luar salat.
·
Cara takbir adalah membaca Allaahu akbar (Allah
Maha Besar). Sunnahnya tangan diangkat [8], yakni setinggi pundak/bawah cuping
telinga, tangan dibentangkan. Sementara itu, takbir intiqal adalah takbir untuk
perpindahan rukun salat. Keadaan takbir yg sunah mengangkat tangan adalah saat
takbiratul ihram, akan ruku’, akan i’tidal, dan bangkit dari tasyahud awal [8].
Sementara itu, takbir saat akan sujud dan saat akan duduk di antara 2 sujud,
tidak disunahkan mengangkat tangan.
·
Ada pendapat untuk memanjangkan bacaan Allaahu akbar
– karena agak lama saat perpindahan gerakan rukun - , tetapi ada ulama yang
menyanggah pendapat tsb [9].
·
Lalu tangan bersedekap dengan cara tangan kanan di atas
tangan kiri, boleh di bagian tangan mana saja (punggung tangan, pergelangan
tangan, atau lengan tangan). Tangan bebas di mana saja (di dada, pusar, atau
bawah pusar). [8]
·
Lalu iftitah, hukumnya sunnah. Banyak variasi bacaan
iftitah & bebas menggunakan yg mana saja, sunnahnya adalah berganti-ganti
bacaan iftitahnya (kadang versi yg ini & kadang yg itu). Variasi iftitah
[1] :
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ
بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى
الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ
وَالبَرَدِ
“Ya
Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah
menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana
pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan
air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98). Tershahih, biasa
dibaca Rasul pada salat fardhu.
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ،
وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا
مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي،
وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي
جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ
لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ
عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي
يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ،
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
“Aku
hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim
yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku,
sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta
alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya,
dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha
Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau
dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah
menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah
dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa
melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang
dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk
dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan
hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu.
Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu.
Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku
berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan
keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan
dariMu dan aku bertobat kepadaMu” (HR. Muslim 2/185 – 186). Biasa dibaca Rasul
pada salat fardhu & salat sunnah.
اللَّهِ أَكْبَرُ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي
وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ
وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ
“Aku
hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim
yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku,
sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta
alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya,
dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha
Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau
dan Maha Terpuji”. (HR. An Nasa-i, 1/143. Di shahihkan Al Albani dalam Sifatu
Shalatin Nabi 1/251)
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.
اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي
لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ
لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ
“Sesungguhnya
shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb
semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada
perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah,
tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku
kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak
ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni
112)
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ
وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
“Maha
suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh
berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau”
(HR.Abu Daud 1/124, An Nasa-i, 1/143, At Tirmidzi 2/9-10, Ad Darimi 1/282, Ibnu
Maajah 1/268. Dihasankan Al Albani)
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ
وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ
3x
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
3x
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا
“Maha
suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh
berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau,
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah (3x), Allah Maha Besar (3x)”
(HR.Abu Daud 1/124, dihasankan Al Albani)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Allah
Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang
banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang” (HR. Muslim 2/99).
Keutamaan : dibukakan pitu-pintu langit.
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا
كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
“Segala
puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian yang
penuh keberkahan di dalamnya” (HR. Muslim 2/99). Keutamaan : 12 malaikat
berlomba-lomba mengangkat doa tsb.
اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ
أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ لَكَ مُلْكُ
السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ
وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ،
وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ
حَقٌّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ،
وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ
حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ،
أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
“Ya
Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta
orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki
kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi
Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di
dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi
siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq.
Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar,
firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para
nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu
membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepada-Mu lah aku
berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada-Mu lah aku bertawakal.
Kepada-Mu lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku
berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang
belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan.
Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain
Engkau” (HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 – 367, 13/399, Muslim 2/184).
Paling sering dibaca Rasul saat salat malam, bisa untuk salat fardhu &
salat sunnah lainnya.
اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ،
وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ
وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ،
اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ
إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Ya
Allah, Rabb-nya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi.
Yang mengetahui hal ghaib dan juga nyata. Engkaulah hakim di antara
hamba-hamba-Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku
kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau
memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, kepada siapa saja yang Engkau
kehendaki” (HR. Muslim 2/185). Paling sering dibaca Rasul saat salat malam,
bisa untuk salat fardhu & salat sunnah lainnya.
10x الله اكبر
10x الحمد لله
10x لا اله الا
الله
10x استغفر الله
10x اللهُمَّ اغْفِرْ
لِي ،وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي
10x اللهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنَ الضِّيقِ يَوْمَ الْحِسَابِ
“Allah
Maha Besar” 10x
“Segala
pujian bagi Allah” 10x
“Tiada
Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah” 10x
“Aku
memohon ampun kepada Allah” 10x
“Ya
Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki, dan berilah aku
kesehatan” 10x
“Ya
Allah, aku berlindung dari kesempitan di hari kiamat” 10x
(HR. Ahmad 6/143, Ath Thabrani dalam
Al Ausath 62/2. Dihasankan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/267)
اللَّهُ أَكْبَرُ [ثلاثاً]
، ذُو الْمَلَكُوتِ، وَالْجَبَرُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
“Allah
Maha Besar” 3x
“Yang
memiliki kerajaan besar, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan” (HR. Ath
Thayalisi 56, Al Baihaqi 2/121 – 122) [1]
§
Lalu membaca basmalah dengan sirr [2] walaupun pendapat
lain dibaca jahr.
§
Lalu membaca ta’awudz [10]– karena memulai membaca
Alquran - . Ta’awudz hanya pada rakaat ke-1, kalau lupa maka boleh dibaca pada
rakaat ke-2 [10]. Berikut variasi bacaan ta’awudz [10] :
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ
الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
aku berlindung kepada Allah dari setan
yang terkutuk
عُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ
الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
(aku berlindung kepada Allah Yang Maha
mendengar lagi Maha mengetahui dari gangguan syaitan yang terkutuk, dari
kegilaannya, kesombongannya, dan nyanyiannya yang tercela).” (HR. Abu Daud no.
775 dan Tirmidzi no. 242. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan hasan)
§
Lalu membaca Al
Fatihah. Pada salat yang jahr (dikeraskan), makmum cukup mendengarkan bacaan Al
Fatihah & surah imam & tidak perlu membacanya sendiri atau mengikutinya
[11]. Pada salat yang jahr, disunahkan makmum mengaminkan Al Fatihah secara
jahr, imam juga mengaminkan [13]. Jika ucapannya berbarengan dengan malaikat,
maka dosa yang lalu diampuni (HR. An Nasai no. 928, shahih). [11]
§
Lalu sunnah membaca surah lainnya pada 2 rakaat pertama
salat fardhu (Subuh [berarti semua rakaatnya], Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya)
[3]. Pada rakaat 3 & 4 boleh membaca surah lainnya [5]. Afdhal-nya, tidak
memisah bacaan 1 surah untuk 2 rakaat salat [6]. Panjangnya bacaan surah,
melihat keadaan makmum – jangan menyusahkan jamaah – [7]. Surah dibagi :
1.
Thiwalil Mufasshal : surah yang panjang. Qaaf – Abasa. Sunah
pada salat Shubuh.
2.
Awsathil Mufasshal : surah yang pertengahan. Abasa – Adh
Dhuha. Sunah pada salat Isya.
3.
Qishaaril Mufasshal : surah yang pendek. Adh Dhuha – An
Naas. Sunah pada salat Maghrib. [3]
§
Salat ada yg disunahkan sirr (dipelankan) yakni salat
pada siang hari (Dzuhur, Ashar). Sementara itu, salat yang sunah dijahrkan
adalah salat pada malam hari (Maghrib, Isya’, Shubuh) – karena kesibukan siang
hari telah selesai – dan salat yg berkumpulnya orang-orang (salat Jumat,
gerhana, istisqa, Ied). [3]
B.
Ruku’
§
Cara : tangan diletakkan di lutut, jari direnggangkan,
seolah-olah menggenggam lutut; kepala sejajar/lurus dengan punggung. [4]
§
Variasi bacaan ruku’ : [4]
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ
(Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung).”
(HR. Muslim no. 772). Bacaan ini diulang-ulang (tidak ada sunah dibaca 3x).
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ
وَبِحَمْدِهِ
(Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung dan
pujian untuk-Nya).” Dibaca 3x. (HR. Abu Daud no. 870. Al Hafizh Abu Thohir
mengatakan shahih).
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ
رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى
(Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami,
pujian untuk-Mu, ampunilah aku) (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484). Ini
adalah aplikasi saat turun ayat “sabbihisma robbikal a’laa”, Rasul
memerintahkan untuk menjadikan bacaan ini untuk sujud.
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ
الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ
(Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para
malaikat dan ruh -yaitu Jibril-).” (HR. Muslim no. 487).
§
s
C.
I’tidal
§
Mengucapkan sami’allaahu liman hamidah bagi imam, makmum,
dan orang yg salat munfarid (sendirian) [13]. Dijawab – ada beberapa variasi
- :
-
Allahumma robbanaa lakal hamdu. (HR. Muslim no. 404)
-
Allahumma robbanaa wa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 795)
-
Robbanaa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 722 dan Muslim no.
477)
-
Robbanaa wa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 689 dan Muslim
no. 411). Jika ucapannya berbarengan dengan malaikat maka dosa yg lalu dihapus.
-
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا
طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
(wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji,
aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah).
Keutamaan : 30-an malaikat berlomba-lomba duluan mencatat amalnya.
-
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ
السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ
وَالْمَجْدِ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِىَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ
ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
-
(Ya Allah, Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit
dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai Tuhan
yang layak dipuji dan diagungkan. Tidak ada yang dapat menghalangi apa yang
Engkau berikan dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi,
tidak bermanfaat kekayaan bagi orang yang memiliinya, hanyalah dari-Mu kekayaan
itu)” (HR. Muslim no. 471). [12]
§
Posisi tangan ada yg berpendapat sedekap, ada yg
berpendapat lurus ke bawah [14].
D.
Sujud
§
Saat akan sujud, bebas tangan/lutut dahulu yg turun dan
sesuai keadaan badan orang tersebut karena tidak ada hadits yang shahih,
asalkan turunnya tidak seperti unta menderum [15].
§
Anggota sujud, adalah anggota tubuh yg menempel pada
lantai saat sujud, yakni : dahi
(termasuk hidung), telapak tangan kanan & kiri, lutut kanan & kiri,
ujung jari kaki kanan & kiri. Telapak tangan, dahi, lutut, dan ujung jari
kaki tidak harus menyentuh langsung ke lantai (boleh terhalang mukena/sarung).
[16]
§
Tangan direnggangkan (ketiak terbuka, kecuali jika
mengganggu orang lain saat salat berjamaah), siku diangkat (jangan seperti
anjing yg sikunya tidak diangkat), jari tangan dirapatkan, antara paha &
perut direnggangkan sehingga paha tidak menyentuh perut, ujung kaki ditekuk
sehingga ujung jari kaki menghadap kiblat, kedua tangan di lantai sejajar
pundak/telinga [20, 21]. Ada pendapat tumit kaki dirapatkan [21].
§
Variasi bacaan sujud [16, 17]:
-
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى
-
(Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi).(HR. Muslim no. 772
dan Abu Daud no. 871). Bacaan ini diulang-ulang.
-
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
-
(Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi dan pujian
untuk-Nya)”. Dibaca 3x. (HR. Abu Daud no. 870, shahih)
-
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ
، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى
-
(Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu,
ampunilah aku)“. (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484).
-
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ
وَالرُّوحِ
-
(Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh
-yaitu Jibril-).” (HR. Muslim no. 487)
-
اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ،
وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ
وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الخَالِقِينَ
-
(Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu juga aku
beriman, kepada-Mu juga aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya,
yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci
Allah Sebaik-baik Pencipta).” (HR. Muslim, no. 771)
-
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ
: دِقَّهُ وَجِلَّهُ ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ
-
(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku, yang kecilnya dan
besarnya, yang pertamanya dan terakhirnya, yang terang-terangannya dan
rahasianya).” (HR. Muslim, no. 483)
-
سُبْحَانَ ذِي الجَبَرُوْتِ وَالملَكُوْتِ
وَالكِبْرِيَاء ِوَالعَظَمَةِ
-
(Mahasuci Allah Yang mempunyai keperkasaan dan kerajaan
(penuh) serta kesombongan dan keagungan). (HR. An-Nasai, no. 1132; Abu Daud,
no. 873. Dishahihkan Al-Albani).
§
d
E.
Duduk di Antara 2 Sujud
§
Duduk saat salat adalah duduk iftirasy kecuali tahiyat
akhir adalah duduk tawarruk sehingga duduk istirahat sebelum bangkit berdiri
dan tasyahud awal adalah duduk iftirasy [18]. Duduk iftirasy untuk duduk yg
sebentar & posisi yg mudah untuk bangkit berdiri, sedangkan duduk tawarruk
untuk duduk yg lama [23].
§
Variasi bacaan [19] :
-
ROBBIGHFIR LII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII
WAHDINII. (HR. Ahmad, 1:371)
-
ALLOHUMMAGHFIR LII WARHAMNII WAJBURNII WAHDINII
WARZUQNII. (HR. Tirmidzi, no. 284)
-
ROBBIGHFIR LII WARHAMNII WAJBURNII WARZUQNII WARFA’NII.
(HR. Ibnu Majah, no. 898)
-
ALLOHUMMAGHFIR LII WARHAMNII WA’AAFINII WAHDINII
WARZUQNII. (HR. Abu Daud, no. 850)
-
ALLOHUMMAGHFIR LII WARHAMNII WAHDINII WA’AAFINII
WARZUQNII. (HR. Al-Hakim, 1:383)
§
Lalu sujud lagi. Saat akan kembali berdiri, disunahkan
duduk istirahat, sebentar saja [22].
F.
Tasyahud
§
Tangan berisyarat mulai awal tasyahud hingga akhir tahiyat
[24]. Pandangan mata tidak melebihi isyarat jari [25]. Ada pendapat saat
berisyarat tidak menggerak-gerakkan jari telunjuk [26].
§
Tasyahud awal : Ada pendapat bahwa tidak disunahkan
membaca salawat karena tasyahud awal itu duduknya ringan [27].
§
Tasyahud akhir : Untuk makmum masbuq (tertinggal rakaat
salat) ada pendapat duduknya iftirasy karena bukan rakaat terakhir bagi makmum
tsb [28].
§
Variasi bacaan tasyahud [29, 31] :
-
Tasyahud Ibnu ‘Abbas
-
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ
عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا
وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
(Segala ucapan selamat, keberkahan,
shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan
dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya.
Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba
Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah
melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan
utusan-Nya)” (HR. Muslim no. 403).
-
Tasyahud Ibnu Mas’ud
-
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ
، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ
عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
-
(Segala ucapan selamat, shalawat, dan kebaikan adalah
bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta
rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula
kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa
tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi
bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya).” (HR. Bukhari no. 6265).
-
التَّحِيّاتُ للهِ، الصَّلَواتُ الطَّيِّباتُ،
السَّلامُ عَلَيْكَ أيُّها النَّبِيُّ ورَحْمَةُ اللهِ وبَرَكاتُهُ – وبَرَكاتُهُ
– السَّلامُ عَلَيْنا وعَلى عِبادِ اللهِ الصّالِحِينَ، أشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلّا
اللهُ – وحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ – وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهُ.
-
(HR Abu Dawud, dishahihkan Al Albani).
-
التحيات الطيبات الصلوات لله، السلام عليك
أيها النبي ورحمة الله وبركاته، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، أشهد أن لا
إله إلا الله، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله “. (Diriwayatkan Abu Musa al`asyari)
-
التحيات الطيبات الصلوات الزاكيات لله السلام
على النبي ورحمة الله وبركاته…. Lalu dilanjutkan tasyahud riwayat
Ibnu Mas’ud (HR. Malik di muwattha`, albaihaqi dan di shahihkan albaani)
-
*Walaupun Rasul sudah wafat, bacaan tasyahud tetap
“assalaamu alaika ayyuhannabi” (salam kepadamu wahai Nabi), tidak diganti
menjadi “assalaamu alannabi” {salam kepada Nabi). [30]
§
Bacaan salawat [29] :
-
Minimal : اللّهُمَّ صَلِّ عَلَ مُحَمَّدٍ
(Ya Allah, semoga shalawat tercurah
pada Muhammad)”. (Roudhotuth Tholibin, 1: 187).
-
Salawat terbaik (salawat Ibrahimiyyah) :
-
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ
حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
-
(Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan
keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim,
sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, semoga berkah
tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada
Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha
Mulia).” (HR. Bukhari no. 4797 dan Muslim no. 406, dari Ka’ab bin ‘Ujroh).
§
Hadits-hadits yg dimasukkan Imam Bukhari bab Doa Sebelum Salam
bukan berarti doa-doa tersebut khusus sunah sebelum salam, tetapi akhir tasyahud
akhir sebelum salam juga merupakan salah satu waktu mustajab berdoa [32].
G.
Salam
§
Salam ke-1 adalah wajib (rukun salat), salam ke-2 sunnah.
Salam menghalalkan lagi dari perkara (kesibukan) luar. Tangan diletakkan di paha,
jangan diangkat. Sunah : wajah menoleh,
wajah menoleh dengan maksimal sampai pipi kita terlihat oleh orang yg ada di
belakang kita. [33].
§
Variasi bacaan salam ke-1 & ke-2 [33]:
-
Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh - Assalaamualaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
-
Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh - Assalaamualaikum
warahmatullaah
-
Assalaamualaikum warahmatullaah - Assalaamualaikum warahmatullaah
-
Assalaamualaikum warahmatullaah - Assalaamualaikum
-
Assalaamualaikum – (tidak salam ke-2)
§
Menurut jumhur ulama, makmum masbuq boleh berdiri untuk
mengganti rakaat setelah imam salam ke-1 [34].
H.
Bacaan Setelah Salat
§
Variasi Cara Berdzikir (Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil)
Setelah Salat : [36]
-
Subhaanallah walhamdulillaah wallaahuakbar 33x lalu laa
ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala
kulli syai-in qodiir. Keutamaan : diampuni dosanya walau sebanyak buih di
lautan [37].
-
Subhaanallah 33x, Alhamdulillaah 33x, Allaahuakbar 33x
lalu laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa
huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
-
Subhaanallah 33x, Alhamdulillaah 33x, Allaahuakbar 34x
-
Subhaanallah walhamdulillaah walaailaahaillallaah
wallaahuakbar 25x.
-
Subhaanallah 10x, Alhamdulillaah 10x, Allaahuakbar 10x
§
Bacaan Setelah Salat : [35]
-
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x)
-
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ
السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
-
“Aku minta ampun
kepada Allah,” (3x).
-
“Ya Allah,
Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai
Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.” (HR. Muslim no. 591)
-
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ
لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا
الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
-
“Tiada Rabb yang
berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya
puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak
ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau
cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman
dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan
kemuliaan.” (HR. Bukhari no. 844 dan Muslim no. 593).
-
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ
وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ،
لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ
اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
-
“Tiada Rabb
(yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya
dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah)
kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat,
anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah,
dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.” (HR. Muslim no. 594).
-
Membaca ayat kursi. Keutamaan : tidak ada yg menghalangi
masuk surga kecuali kematian. (HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Dishahihkan
Ibnu Hibban).
-
Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas. (HR. Abu
Daud no. 1523 dan An-Nasai no. 1337. Dihasankan Al Hafizh Abu Thohir).
-
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا
نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
-
“Ya Allah,
sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang
lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan
ganjaran yang baik).” Dibaca setelah salam pada salat Subuh. (HR. Ibnu Majah
no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Dishahihkan Al Hafizh Abu Thohir).
§
s
I.
s
Ref :
[1] https://muslim.or.id/7934-doa-iftitah.html[2] https://rumaysho.com/7005-sifat-shalat-nabi-4.html
[3] https://rumaysho.com/7017-sifat-shalat-nabi-5.html
[4] https://rumaysho.com/7045-sifat-shalat-nabi-6.html
[5] https://bimbinganislam.com/membaca-al-fatihah-saja-pada-rakaat-ke-3-dan-4-sunnah-atau-tidak/
[6] https://www.attabiin.com/bolehkah-shalat-baca-beberapa-ayat/
[7] https://rumaysho.com/11150-imam-membaca-surat-panjang-yang-membuat-makmum-lari.html
[8] https://rumaysho.com/6943-sifat-shalat-nabi-2.html
[9] https://rumaysho.com/30658-adakah-anjuran-memanjangkan-takbir-intiqal-saat-shalat.html
[10] https://rumaysho.com/6994-sifat-shalat-nabi-3.html
[11] https://rumaysho.com/7005-sifat-shalat-nabi-4.html
[12] https://rumaysho.com/7078-sifat-shalat-nabi-7.html
[13] https://rumaysho.com/11465-sifat-shalat-nabi-36-apakah-makmum-ikut-mengucapkan-samiallahu-liman-hamidah.html
[14] https://rumaysho.com/7091-sifat-shalat-nabi-8-posisi-tangan-setelah-ruku.html
[15] https://rumaysho.com/7099-sifat-shalat-nabi-9-tangan-dulu-ataukah-lutut-saat-turun-sujud.html
[16] https://rumaysho.com/7125-sifat-shalat-nabi-10-cara-sujud.html
[17] https://rumaysho.com/21236-manhajus-salikin-sifat-shalat-nabi-berbagai-variasi-bacaan-sujud.html
[18] https://rumaysho.com/7289-sifat-shalat-nabi-11-tentang-duduk-antara-dua-sujud.html
[19] https://rumaysho.com/21692-manhajus-salikin-variasi-bacaan-ketika-duduk-antara-dua-sujud.html
[20] https://rumaysho.com/8637-sifat-shalat-nabi-22-keadaan-tangan-ketika-sujud.html
[21] https://konsultasisyariah.com/11979-cara-sujud-yang-benar.html
[22] https://rumaysho.com/7652-sifat-shalat-nabi-12-sunnah-duduk-istirahat.html
[23] https://rumaysho.com/7661-sifat-shalat-nabi-13-cara-duduk-tasyahud-awwal-dan-akhir.html
[24] https://muslim.or.id/27963-kapan-mengangkat-jari-telunjuk-ketika-tasyahud.html
[25] https://rumaysho.com/8493-sifat-shalat-nabi-14-cara-menggenggam-jari-tangan-ketika-tasyahud.html
[26] https://rumaysho.com/1409-hukum-menggerakkan-telunjuk-dalam-tasyahud.html
[27] https://konsultasisyariah.com/23215-hukum-membaca-shalawat-pada-tasyahud-awal.html
[28] https://rumaysho.com/8520-sifat-shalat-nabi-18-imam-tasyahud-akhir-makmum-masbuk-duduk-iftirosy-atau-tawarruk.html
[29] https://rumaysho.com/8548-sifat-shalat-nabi-20-bacaan-tasyahud-awal.html
[30] https://rumaysho.com/8545-sifat-shalat-nabi-19-bacaan-tasyahud-perlukah-diganti-assalamu-alan-nabi.html
[31] https://bimbinganislam.com/5-bacaan-lafadz-tasyahud-yang-di-sunnahkan/
[32] https://rumaysho.com/22442-manhajus-salikin-berbagai-doa-setelah-tasyahud-akhir-sebelum-salam.html
[33] https://konsultasisyariah.com/21283-5-cara-salam-ketika-shalat.html
[34] https://islamqa.info/id/answers/233313/berdiri-untuk-mengganti-rakaat-yang-tertinggal-padahal-imam-belum-selesai-salam-dari-shalatnya
[35] https://rumaysho.com/1997-dzikir-setelah-shalat.html
[36] https://rumaysho.com/23011-manhajus-salikin-dzikir-bakda-shalat.html#Macam-Macam_Bentuk_Bacaan_Subhanallah_Alhamdulillah_Allahu_Akbar_bada_Shalat_Wajib
[37] https://muslim.or.id/51467-dzikir-dzikir-yang-shahih-setelah-shalat-bag-1.html
Comments
Post a Comment