Catatan Bahasa Arab untuk Pemula -Lengkap
Kata dalam bahasa Arab dibagi :
نَفْسٌ => اَنْفُسُ Manusia
شَهِيْدٌ => شُهَدَاءُ Syuhada (orang yang mati syahid). Pada Al Baqarah : 23, dll.
شَرِيْكٌ => شُرَكَاءُ Sekutu/kolega. Pada An Nisa : 12.
وَلِيٌّ => أَوْلِيَاءٌ Wali. Pada Ali Imran : 28, dll.
فُؤَادٌ => أَفْئِدَةُ Hati. Pada Al An'am : 113, dll.
لِسَانٌ => أَلْسِنَةُ Lisan (lidah). Pada Al Ahzab : 19, dll.
فَتَى => فِتْيَةٌ Pemuda. Pada Al Kahfi : 10, dll.
جِنّ => جِنَّةُ Jin. Pada Al Baqarah : 82, dll.
أَخٌ => إِخْوَةٌ Saudara laki2. Kita sering mendengar kata "akhi" artinya saudara laki-laki, sedangkan "ikhwan" adalah para saudara laki-laki.
أُخْتٌ => أَخَوَاتٌ Saudara perempuan. Pada An Nisa : 23, dll. Kita sering mendengar kata "ukhti" artinya saudara perempuan, sedangkan "akhwat" adalah para saudara perempuan.كِتَابٌ => كُتُبٌ Kitab (buku). Pada Al Baqarah : 285.
رَسُوْلٌ => رُسُلٌ Utusan (Rasul). Pada Al Baqarah : 87,dll.
عِمَادٌ => عَمَدٌ Tiang. Pada Ar Ra'd : 2, dll.
حِمَارٌ => حُمُرٌ Himar (keledai). Pada Fathiir : 27, dll.
جَبَلٌ => جِبَالٌ Gunung. Pada Al A'raf : 74, dll.
رَجُلٌ => رِجَالٌ Laki2 dewasa. Pada Al Baqarah : 228, dll.
عَبْدٌ => عِبَادٌ Hamba. Pada Al Baqarah : 90, dll.
سَكْرَانُ => سُكَارَى Orang yang mabuk. Pada An Nisa : 43, Al Hajj : 2
قَلْبٌ => قُلُوبٌ Hati. Pada Al Baqarah : 7, dll.
بَيْتٌ => بُيُوْتٌ Rumah. Pada Al Baqarah : 189, dll.
ٌصَدْرٌ => صُدُوْر Hati. Pada Ali Imran : 29, dll.
نَجْمٌ => نُجُوْمٌ Bintang. Pada Al An'am : 97, dll.
عَالِمٌ => عُلَمَاءُ Orang yg mengetahui (maksud = orang yang berilmu/ulama). Pada Asy Syuara : 197, dll.
صَدِيْقٌ => أَصْدِقَاءُ Teman.
حَقِيْقَةٌ => حَقَائِقُ Hakikat (fakta).
مَذْهَبٌ => مَذَاهِبُ Madzhab (pedoman).
مَسْجِدٌ => مَسَاجِدُ Masjid. Pada Al Baqarah : 144, dll.
مِفْتَاحٌ => مَفَاتِيحُ Kunci.
دِيْنَارٌ => دَنَانِيْر Dinar (mata uang Arab).
قَارُوْرَةٌ => قَوَارِيْر Botol. Pada An Naml : 44, dll.
مَلَكٌ => مَلَائِكَةُ Malaikat. Pada Al Baqarah : 30, dll.
Dhamir "dia" dan "mereka", dalam bahasa Indonesia disebut kata ganti orang ke-3. Dalam bahasa Arab disebut dhamir ghaib, karena orang yang kita bicarakan tidak ada di depan kita.
1. Isim, adalah kata yang maknanya tidak terikat waktu. Contohnya : كِتَاب (buku). Buku artinya tidak menunjukkan waktu.
2. Fi'il, adalah kata yang maknanya terikat waktu. Contoh : كَتَبَ (Dia telah menulis). Arti ini menunjukkan waktu, yakni masa lampau.
3. Huruf, adalah kata yang baru memiliki makna jika ditulis bersama kata lain seperti isim/fi'il.
Huruf dibagi :
a. Huruf hijaiyyah/mabaniyyah, adalah huruf penyusun kata dan benar-benar tidak memiliki makna. Contoh : dst. أ ب ت ث
b. Huruf ma'aniyyah, adalah huruf yang sebenarnya memiliki makna tetapi maknanya belum jelas jika tidak ditulis bersama kata lain seperti isim/fi'il.
Contoh : مِنَ اللٰهِ (dari Allah). Kalau hanya مِنْ (dari) maka maknanya belum jelas.
Huruf ma'aniyyah dibagi :
b.1. Huruf jarr
Contoh :
مِنْ = dari
إلَى = ke
عَنْ = dari (untuk orang)
عَلَى = di atas
فِيْ = di dalam
رُبَّ = sedikit, banyak
بِ = dengan
كَ = seperti
لِ = milik
b.2. Huruf athaf
وَ = dan
أَوْ = atau
ثُمَّ = kemudian
b.3. Huruf lainnya
Huruf ini dikelompokkan nantinya ada tujuannya, insyaAllah akan dijelaskan selanjutnya,
Untuk membedakan suatu kata termasuk isim, fi'il, atau huruf, terdapat beberapa ciri :
A. Ciri Isim
1. Berakhiran kasrah. Contoh : ِاللٰه (Allah)
2. Berakhiran tanwin. Contoh :
رَجُلٌ (seorang laki2)
رَجُلًا (seorang laki2)
رَجُلٍ (seorang laki2)
3. Ber-alif lam. Contoh : الرَّجُلُ (laki2 tersebut). Alif lam bermakna "tersebut" (menunjukkan spesifik), seperti kata "the" dalam bahasa Inggris.
4. Didahului huruf jarr. Contoh : مِنَ اللٰهِ (dari Allah)
Isim yang terletak setelah huruf jarr, harakat huruf terakhirnya adalah kasrah.
B. Ciri Fi'il
1. Didahului قَدْ (akan segera (dalam waktu sangat dekat, benar2 akan dilakukan)), سَ (akan (dalam waktu dekat)), atau سَوْفَ (kelak (akan dalam waktu jauh)).
Contoh :
قَدْقَامَتِ الصَّلاَةُ : salat akan segera ditegakkan. قَامَتِ merupakan fi'il.
سَيَذْهَبُ : (dia) akan pergi. يَذْهَبُ merupakan fi'il.
سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ : (kalian) kelak mengetahui. تَعْلَمُوْنَ merupakan fi'il.
2. Diakhiri ta' tanits, yakni ta' yang menunjukkan yang melakukan pekerjaan adalah perempuan.
Contoh : قَرَأَتْ : (Dia perempuan) telah membaca.
C. Huruf tidak memiliki ciri spesifik. Jika kedua kata bukan isim dan fi'il, berarti adalah huruf.
Contoh soal :
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ (QS Al Fatihah : 2) => ٱلۡحَمۡدُ isim karena ber-alif lam, لِ adalah huruf, لِلَّه isim karena didahului huruf jarr لِ dan berakhiran kasrah, رَبِّ isim karena berakhiran kasrah, ٱلۡعَٰلَمِينَ isim karena berawalan alif lam.
Kalimat dalam bahasa Arab disebut جُمْلَةٌ (jumlah). Jenis Kalimat :
1. Jumlah Ismiyyah, kalimat yang didahului isim.
Contoh : أَحْمَدُ يَكْتُبُ = Ahmad sedang membaca.
2. Jumlah Fi'liyyah, kalimat yang didahului fi'il.
Contoh : يَكْتُبُ أَحْمَدُ = Ahmad sedang membaca.
Isim menurut jumlahnya dibagi :
1. Mufrad (tunggal)
Contoh : بَيْتٌ (1 = sebuah rumah
2. Mutsanna (2 buah)
Caranya adalah huruf terakhir isim mufradnya difathahkan kemudian ditambahkan انِ atau يْنِ.
Contoh : بَيْتَانِ atau بَيْتَيْنِ. : dua rumah.
Berbeda dengan bahasa Inggris yang mana 2 buah sudah dikatakan jamak, pada bahasa Arab belum.
3. Jamak (> 2 buah)
Jamak dibagi menjadi :
a. Jamak mudzakkar salim, yakni bentuk jamak untuk isim yang dianggap sebagai laki2 (mudzakkar).
Caranya adalah ;
a.1. Huruf terakhir dari isim mufrad diganti menjadi dhummah tanpa tanwin kemudian ditambahkan وْنَ. Contoh : بَيْتُوْنَ = banyak rumah / rumah-rumah.
a.2. Huruf terakhir dari isim mufrad diganti menjadi kasrah kemudian ditambahkan يْنَ. Contoh : بَيْتِيْنَ = banyak rumah / rumah-rumah.
b. Jamak muannats salim, yakni bentuk jamak untuk isim yang dianggap sebagai perempuan (muannats).
Caranya adalah huruf terakhir sebelum ةٌ pada isim mufrad diganti menjadi fathah dan dipanjangkan kemudian ةٌ (ta' marbuthah)-nya diganti menjadi ta' terbuka تٌ.
Contoh : عَالِمَةٌ (satu orang perempuan yang berilmu) menjadi عَالِمَاتٌ (banyak/para perempuan yang berilmu).
Isim yang jamaknya adalah jamak muannats di antaranya adalah :
1. Isim yang berakhiran ta' marbuthah
2. Nama perempuan, seperti زَيْنَبُ (Zainab), مَرْيَمُ (Maryam)
Contoh :
مَرْيَمُ (seorang bernama Maryam) => mutsanna مَرْيَمَانِ / مَرْيَمَيْنِ (dua orang bernama Maryam)=> jamak muannats salim مَرْيَمَاتٌ (orang-orang yang bernama Maryam).
Pada bahasa Arab, jika ada orang bernama Maryam lebih dari 1 orang, bisa digunakan mutsanna (jika 2 orang) atau jamaknya (jika >2 orang). Berbeda dengan bahasa Indonesia jika kita menyebut "Para Maryam sedang makan" agak aneh.
c. Jamak Taksir, yaitu isim yang bentuk jamaknya cenderung tidak beraturan yang mana harus dihafalkan.
Contoh : (urutan berdasarkan bentuk jamak taksirnya). Berikut contoh kata jamak taksir yang muncul di Alquran atau sering digunakan. Beserta kata jamaknya ditemukan pada surah apa dan ayat berapa.
Jamaknya <= Mufrad. Contoh di Alquran terdapat pada surah dan ayat.
بَابٌ => أَبْوَابٌ Pintu. Di Al Baqarah : 189, Al An'am : 44, Al A'raf : 40, Yusuf : 23.
إٌسْمٌ => أَسْمَاءُ Nama. Pada Al Baqarah : 31, Al A'raf : 71, Al A'raf : 180, Yusuf : 40, Al Isra' 110, Thaahaa : 8, An Najm : 23, Al Hasyr : 24.
نَبِيٌّ => أَنْبِيَاءُ Nabi. Pada Al Baqarah : 91, dll.
مَالٌ => أَمْوَالٌ Harta. Pada l Baqarah : 155, dll.
نَحْرٌ => أَنْحَارٌ Sungai.
زَوْجٌ => أَزْوَاجٌ Pasangan (istri/suami). Pada Al Baqarah : 25, dll.
صَاحِبٌ => أَصْحَابٌ Teman. Pada Al Baqarah : 39, dll.
مَيِّتٌ => أَمْوَاتٌ Maayat (orang mati). Pada Al Baqarah : 28, dll.
حَيٌّ => أَحْيَاءٌ Orang Hidup. Pada Al Baqarah : 154, dll.
سَبَبٌ => أَسْبَابٌ Sebab. Pada Al Baqarah : 166, dll.
ٌعَمَلٌ => أَعْمَال Amal (perbuatan). Pada Al Baqarah : 139, dll.
خَبَارٌ => أَخْبَارٌ Khabar/kabar (berita). Pada At Taubah : 94, dll.
ٌقَلَمٌ => أَقْلَام Pena. Pada Ali Imran : 44, dll.
1. Didahului قَدْ (akan segera (dalam waktu sangat dekat, benar2 akan dilakukan)), سَ (akan (dalam waktu dekat)), atau سَوْفَ (kelak (akan dalam waktu jauh)).
Contoh :
قَدْقَامَتِ الصَّلاَةُ : salat akan segera ditegakkan. قَامَتِ merupakan fi'il.
سَيَذْهَبُ : (dia) akan pergi. يَذْهَبُ merupakan fi'il.
سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ : (kalian) kelak mengetahui. تَعْلَمُوْنَ merupakan fi'il.
2. Diakhiri ta' tanits, yakni ta' yang menunjukkan yang melakukan pekerjaan adalah perempuan.
Contoh : قَرَأَتْ : (Dia perempuan) telah membaca.
C. Huruf tidak memiliki ciri spesifik. Jika kedua kata bukan isim dan fi'il, berarti adalah huruf.
Contoh soal :
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ (QS Al Fatihah : 2) => ٱلۡحَمۡدُ isim karena ber-alif lam, لِ adalah huruf, لِلَّه isim karena didahului huruf jarr لِ dan berakhiran kasrah, رَبِّ isim karena berakhiran kasrah, ٱلۡعَٰلَمِينَ isim karena berawalan alif lam.
Kalimat dalam bahasa Arab disebut جُمْلَةٌ (jumlah). Jenis Kalimat :
1. Jumlah Ismiyyah, kalimat yang didahului isim.
Contoh : أَحْمَدُ يَكْتُبُ = Ahmad sedang membaca.
2. Jumlah Fi'liyyah, kalimat yang didahului fi'il.
Contoh : يَكْتُبُ أَحْمَدُ = Ahmad sedang membaca.
Isim menurut jumlahnya dibagi :
1. Mufrad (tunggal)
Contoh : بَيْتٌ (1 = sebuah rumah
2. Mutsanna (2 buah)
Caranya adalah huruf terakhir isim mufradnya difathahkan kemudian ditambahkan انِ atau يْنِ.
Contoh : بَيْتَانِ atau بَيْتَيْنِ. : dua rumah.
Berbeda dengan bahasa Inggris yang mana 2 buah sudah dikatakan jamak, pada bahasa Arab belum.
3. Jamak (> 2 buah)
Jamak dibagi menjadi :
a. Jamak mudzakkar salim, yakni bentuk jamak untuk isim yang dianggap sebagai laki2 (mudzakkar).
Caranya adalah ;
a.1. Huruf terakhir dari isim mufrad diganti menjadi dhummah tanpa tanwin kemudian ditambahkan وْنَ. Contoh : بَيْتُوْنَ = banyak rumah / rumah-rumah.
a.2. Huruf terakhir dari isim mufrad diganti menjadi kasrah kemudian ditambahkan يْنَ. Contoh : بَيْتِيْنَ = banyak rumah / rumah-rumah.
b. Jamak muannats salim, yakni bentuk jamak untuk isim yang dianggap sebagai perempuan (muannats).
Caranya adalah huruf terakhir sebelum ةٌ pada isim mufrad diganti menjadi fathah dan dipanjangkan kemudian ةٌ (ta' marbuthah)-nya diganti menjadi ta' terbuka تٌ.
Contoh : عَالِمَةٌ (satu orang perempuan yang berilmu) menjadi عَالِمَاتٌ (banyak/para perempuan yang berilmu).
Isim yang jamaknya adalah jamak muannats di antaranya adalah :
1. Isim yang berakhiran ta' marbuthah
2. Nama perempuan, seperti زَيْنَبُ (Zainab), مَرْيَمُ (Maryam)
Contoh :
مَرْيَمُ (seorang bernama Maryam) => mutsanna مَرْيَمَانِ / مَرْيَمَيْنِ (dua orang bernama Maryam)=> jamak muannats salim مَرْيَمَاتٌ (orang-orang yang bernama Maryam).
Pada bahasa Arab, jika ada orang bernama Maryam lebih dari 1 orang, bisa digunakan mutsanna (jika 2 orang) atau jamaknya (jika >2 orang). Berbeda dengan bahasa Indonesia jika kita menyebut "Para Maryam sedang makan" agak aneh.
c. Jamak Taksir, yaitu isim yang bentuk jamaknya cenderung tidak beraturan yang mana harus dihafalkan.
Contoh : (urutan berdasarkan bentuk jamak taksirnya). Berikut contoh kata jamak taksir yang muncul di Alquran atau sering digunakan. Beserta kata jamaknya ditemukan pada surah apa dan ayat berapa.
Jamaknya <= Mufrad. Contoh di Alquran terdapat pada surah dan ayat.
بَابٌ => أَبْوَابٌ Pintu. Di Al Baqarah : 189, Al An'am : 44, Al A'raf : 40, Yusuf : 23.
إٌسْمٌ => أَسْمَاءُ Nama. Pada Al Baqarah : 31, Al A'raf : 71, Al A'raf : 180, Yusuf : 40, Al Isra' 110, Thaahaa : 8, An Najm : 23, Al Hasyr : 24.
نَبِيٌّ => أَنْبِيَاءُ Nabi. Pada Al Baqarah : 91, dll.
مَالٌ => أَمْوَالٌ Harta. Pada l Baqarah : 155, dll.
نَحْرٌ => أَنْحَارٌ Sungai.
زَوْجٌ => أَزْوَاجٌ Pasangan (istri/suami). Pada Al Baqarah : 25, dll.
صَاحِبٌ => أَصْحَابٌ Teman. Pada Al Baqarah : 39, dll.
مَيِّتٌ => أَمْوَاتٌ Maayat (orang mati). Pada Al Baqarah : 28, dll.
حَيٌّ => أَحْيَاءٌ Orang Hidup. Pada Al Baqarah : 154, dll.
سَبَبٌ => أَسْبَابٌ Sebab. Pada Al Baqarah : 166, dll.
ٌعَمَلٌ => أَعْمَال Amal (perbuatan). Pada Al Baqarah : 139, dll.
خَبَارٌ => أَخْبَارٌ Khabar/kabar (berita). Pada At Taubah : 94, dll.
ٌقَلَمٌ => أَقْلَام Pena. Pada Ali Imran : 44, dll.
قَسَمٌ => أَقْسَامٌ Sumpah/janji
يَمِيْنٌ => أَيْمَانٌ Sumpah/janji. Pada Al Baqarah : 225
نَعَمٌ => أَنْعَامٌ Ternak. Pada Ali Imran : 14
شَهِيْدٌ => شُهَدَاءُ Syuhada (orang yang mati syahid). Pada Al Baqarah : 23, dll.
شَرِيْكٌ => شُرَكَاءُ Sekutu/kolega. Pada An Nisa : 12.
وَلِيٌّ => أَوْلِيَاءٌ Wali. Pada Ali Imran : 28, dll.
فُؤَادٌ => أَفْئِدَةُ Hati. Pada Al An'am : 113, dll.
لِسَانٌ => أَلْسِنَةُ Lisan (lidah). Pada Al Ahzab : 19, dll.
فَتَى => فِتْيَةٌ Pemuda. Pada Al Kahfi : 10, dll.
جِنّ => جِنَّةُ Jin. Pada Al Baqarah : 82, dll.
أَخٌ => إِخْوَةٌ Saudara laki2. Kita sering mendengar kata "akhi" artinya saudara laki-laki, sedangkan "ikhwan" adalah para saudara laki-laki.
أُخْتٌ => أَخَوَاتٌ Saudara perempuan. Pada An Nisa : 23, dll. Kita sering mendengar kata "ukhti" artinya saudara perempuan, sedangkan "akhwat" adalah para saudara perempuan.
أُمٌّ => أُمَّهَاتٌ Ibu/induk. Pada An Nisa : 23, dll.
أَبٌ => آبَاءُ Bapak. Pada Al Baqarah : 170, dll.
رَسُوْلٌ => رُسُلٌ Utusan (Rasul). Pada Al Baqarah : 87,dll.
عِمَادٌ => عَمَدٌ Tiang. Pada Ar Ra'd : 2, dll.
حِمَارٌ => حُمُرٌ Himar (keledai). Pada Fathiir : 27, dll.
جَبَلٌ => جِبَالٌ Gunung. Pada Al A'raf : 74, dll.
رَجُلٌ => رِجَالٌ Laki2 dewasa. Pada Al Baqarah : 228, dll.
عَبْدٌ => عِبَادٌ Hamba. Pada Al Baqarah : 90, dll.
سَكْرَانُ => سُكَارَى Orang yang mabuk. Pada An Nisa : 43, Al Hajj : 2
إِنْسٌ => أُنَاسٌ Manusia. Pada Al Baqarah : 60, dll.
كَافِرٌ => كُفَّارٌ Orang kafir. Pada Al Baqarah : 109, dll.قَلْبٌ => قُلُوبٌ Hati. Pada Al Baqarah : 7, dll.
بَيْتٌ => بُيُوْتٌ Rumah. Pada Al Baqarah : 189, dll.
ٌصَدْرٌ => صُدُوْر Hati. Pada Ali Imran : 29, dll.
نَجْمٌ => نُجُوْمٌ Bintang. Pada Al An'am : 97, dll.
عَالِمٌ => عُلَمَاءُ Orang yg mengetahui (maksud = orang yang berilmu/ulama). Pada Asy Syuara : 197, dll.
صَدِيْقٌ => أَصْدِقَاءُ Teman.
حَقِيْقَةٌ => حَقَائِقُ Hakikat (fakta).
حَدِيْقَةٌ => حَدَائِقُ Kebun. Pada An Naml : 60, dll.
رِسَالَةٌ => رَسَائِلُ Risalah (wahyu). مَذْهَبٌ => مَذَاهِبُ Madzhab (pedoman).
مَسْجِدٌ => مَسَاجِدُ Masjid. Pada Al Baqarah : 144, dll.
مِفْتَاحٌ => مَفَاتِيحُ Kunci.
أُسْتَاذٌ => أَسَاتِيْذُ Ustadz (guru). Kita sering mendengar kata "ustadz" artinya adalah guru, sedangkan kalau ustadz-ustadz/para ustadz, disebut "asatidz".
شَيْطَانٍ => شَيَاطِيْن Setan. Pada Al Baqarah : 14, dll. دِيْنَارٌ => دَنَانِيْر Dinar (mata uang Arab).
قَارُوْرَةٌ => قَوَارِيْر Botol. Pada An Naml : 44, dll.
أُسْطُورَةٌ=> أَسَاطِيرُ Dongeng. Pada An'am : 25, dll.
وَلَدٌ => أَوْلَادٌ Anak Laki2. Pada Al Baqarah : 233, dll. مَلَكٌ => مَلَائِكَةُ Malaikat. Pada Al Baqarah : 30, dll.
Sighah jamak taksir :
1. Sighah muntahal jumu' , yakni kata yang setelah alif panjang terdapat 2-3 huruf (huruf mad seperti ya' sukun juga dihitung).
Wazan : عَالِلُ – فعَالِيْلُ – أَفَاعِلُ – تَفَاعِلُ – تَفَاعِيْلُ – فَوَاعِلُ – فَوَاعِيْلُ – مَفَاعِلُ – مَفَاعِيْلُ – فيَاعِلُ – فيَاعِيْلُ – يَفَاعِلُ – يَفَاعِيْلُ
2. Sighah lainnya
أَفْعَالٌ
فِعَالٌ
فُعَالٌ
فُعُوْلٌ
أَفْعِلاَءُ
فُعَلَاءُ
فِعْلاَنٌ
فُعَلٌ
فُعُلٌ
فُعَّالٌ
فَعْلَى
أَفْعِلَةٌ
Isim juga ada yang dinamakan dengan :
1. Isim Maqshuur, yakni isim yang diakhiri alif lazimah (ى) dan harakat huruf sebelum ى tersebut adalah fathah. Contoh : الْفَتَى (pemuda).
2. Isim Manqush, yakni isim yang diakhiri ya lazimah (ي) dan harakat huruf sebelum ي tersebut adalah kasrah. Contoh :الْقَادِي (hakim).
I'rab, adalah perubahan harakat huruf terakhir pada suatu kata. Kata yang mengalami i'rab disebut "mu'rab". Asalnya, kata yang mu'rab adalah semua isim dan fi'il mudhari.
Bina', adalah tidak berubahnya harakat huruf terakhir pada suatu kata. Kata yang mengalami kondisi bina' disebut "mabni". Contoh mabni adalah mayoritas huruf.
Pada i'rab, harakat huruf terakhir suatu kata bisa mengalami 4 macam perubahan, yakni :
1. Rafa', secara mudahnya rafa' adalah kata berakhiran dhummah. Kata yang bersifat rafa' disebut marfu'. Contoh untuk isim : بَيْتٌ . Contoh untuk fi'il : يَجْلِسُ
2. Nashab, secara mudahnya rafa' adalah kata berakhiran fathah. Kata yang bersifat nashab disebut manshub. Contoh untuk isim : بَيْتًا . Isim manshub memiliki ciri diakhiri alif sebagai tanda manshub-nya suatu isim. Contoh untuk fi'il : أَنْ يَجْلِسَ
3. Khafd, secara mudahnya rafa' adalah kata berakhiran kasrah. Kata yang bersifat khafd disebut makhfuud. Contoh untuk isim saja : بَيْتٍ
4. Jazm, secara mudahnya rafa' adalah kata berakhiran sukun. Kata yang bersifat jazm disebut majzum. Contoh untuk fi'il saja : َاتَجْلِسْ
Isim hanya dapat mengalami rafa', nashab, atau khafd. Isim tidak bisa mengalami jazm. Sedangkan, fi'il hanya dapat mengalami rafa, nashab, atau jazm. Fi'il tidak bisa mengalami khafd karena "huruf terakhir suatu kata berupa kasrah" adalah ciri isim.
Asma'ul Khamsah (nama yang lima) adalah isim أَبٌ (bapak), (ipar) أَخٌ (saudara laki-laki) , حَمٌ, (mulut) فَمٌ, (milik; *bentuk dasarnya saya kurang yakin) ذَمٌ. Isim-isim ini jika ditambahkan mudhaf ilah, misalnya ingin mengatakan bapakmu/bapak kamu maka "bapak"+"kamu" = كَ + أَبٌ . Kata ini, bentuk marfu, majrur, dan manshub-nya adalah sebagai berikut,
أَبُوْكَ (marfu')
أَبَاكَ (manshub)
أَبِيْكَ(majrur)
Demikian juga untuk keempat kata lainnya, menjadi,
أَخُوْكَ (marfu')
أَخَاكَ (manshub)
أَخِيْكَ (majrur)
حَمُوْكَ (marfu')
حَمَاكَ (manshub)
حَمِيْكَ (majrur)
فُوْكَ (marfu')
فَاكَ (manshub)
فِيْكَ (majrur)
ذُوْكَ (marfu')
ذَاكَ (manshub)
ذِيْكَ (majrur)
Aturan cara me-rafa', nashab, dan majrur-kan adalah :
Pada isim mufrad, marfu' tandanya dhummah, manshub tandanya fathah, dan majrur tandanya kasrah, seperti pada kaidah asal.
Pada isim mutsanna, marfu' dengan alif (huruf sebelum nun pada huruf terakhir) karena jika tandanya adalah nun, tanda marfu, manshub, dan majrur-nya sama padahal ketiga bentuk tersebut berbeda. Tanda manshub-nya adalah ya', tanda majrur-nya juga dengan ya'.
Pada jamak mudzakkar salim, marfu' dengan wawu. Kaidahnya penentuan tanda mu'rab-nya sama dengan mutsanna. Isim ini manshub dengan ya' dan majrur dengan ya', walaupun bedanya dengan mutsanna adalah kalau mutsanna berakhiran "aini", sedangkan pada jamak mudzakkar salim berakhiran "iina".
Pada jamak muannats salim, marfu' dengan dhummah, manshub dengan kasrah, dan majrur dengan kasrah.
Pada jamak taksir, sama seperti isim mufrad, yakni marfu' dengan dhummah, manshub dengan fathah, dan majrur dengan kasrah.
Pada asma'ul khamsah, marfu' dengan wawu, manshub dengan alif, dan majrur dengan kasrah. Fathah pada kata َك bukan tanda marfu, manshub, dan majrur-nya karena itu adalah mudhaf ilaih-nya, yang mana bisa bersambung dengan kata-kata lainnya, tidak mesti َك. Kata َك hanya sebagai contoh.
Untuk isim maqshuur, marfu' dengan dhummah muqaddarah, manshub dengan fathah muqaddarah, dan majrur dengan kasrah muqaddarah. Hal tersebut terjadi karena alif lazimah sifatnya tidak bisa menerima harakat. Disebut dhummah muqaddarah karena seharusnya dhummah tetapi alif lazimah tidak dapat menerima harakat sehingga harakat dhummahnya tidak terlihat/tersembunyi. Begitu juga dengan fathah muqaddarah dan kasrah muqaddarah.
Untuk isim manqush, ya' di akhir kata hanya dapat menerima fathah karena jika menerima kasrah atau dhummah, orang Arab melafalkannya berat "الْقَاضِيُ" ("dhiyu") atau "الْقَاضِيِ" ("dhiyi") sulit dilafalkan.
Isim laa yansharif marfu' dengan dhummah, sedangkan untuk membedakan dengan isim munsharif (isim yang ditanwin), manshub dan majrur-nya sama-sama dengan fathah.
Isim Laa Yansharif/Ghairu Munsharif (Isim yang Tidak Ditanwin), adalah isim yang ditulis tanpa tanwin walaupun tidak bersambung dengan alif lam, sehingga berakhiran dhummah, bukan dhummah tanwin. Isim ini tidak bisa berharakat kasrah, tetapi majrurnya berharakat fathah. Contohnya isim ghairu munsharif :
1. Sighah muntahal jumu'.
Contoh : مَسَاجِدُ dengan wazan مَفَاعِلُ dengan asli katanya adalah سَجَدَ. Sighah muntahal jumu' adalah salah satu sighah jamak taksir.
2. Isim maqshuur
3. Isim yang diakhiri alif tanits mamdudah (اءُ)
Contoh :
nama2 warna :
ُبَيْضَاء (Hitam)
ُحَمْرَاء (merah)
ُزَرْقَاء (biru)
ُخَضْرَاء (hijau)
ُصَفْرَاء (kuning)
Nama warna lainnya tidak diakhiri اءُ, seperti :
ٌوَرْدِيَّة (merah muda)
بَنَفْسَجِيَّةٌ (ungu)
بُنِّيَّةٌ (cokelat)
بُرْتُقَالِيَّةٌ (Oranye)
4. Sifat berwazan adil
Contoh :
مَثْنَى (dua-dua). Contoh penggunaan : Kue itu dibagi menjadi dua-dua.
ثُلَاثَ (tiga-tiga)
رُبَاعَ (empat-empat)
5. Isim berwazan fi'il
Contoh :
5.1. Isim Tafdhil, yakni menunjukkan "lebih"/"paling". Berwazan أَفْعَلَ. Contoh : أَفْضَلُ
6. Isim yang diakhiri انُ, baik bukan nama orang maupun nama orang.
Contoh : (mabuk) سَكْرَانُ, (Utsman) عُثْمَانُ
7. Nama berwazan adil, yakni dengan wazan فُعَلُ.
Contoh : عُمَرُ (Umar)
8. Nama berwazan fi'il
Contoh :
أَحْمَدَ (Ahmad), seperti fi'il madhi pada fi'il tsulatsi mazid berwazan أَفْعَلَ.
يَزِيْدُ (Yazid), seperti fi'il mudhari pada fi'il tsulatsi mujarrat.
9. Nama perempuan, yakni nama perempuan ber-ta' marbuthah (ة) atau tidak. Juga berlaku untuk nama laki² yang diakhiri ta' marbuthah (ة).
Contoh :
عَائِشَةُ (Aisyah) => nama perempuan yang ber-ة
زَيْنَبُ (Zaynab) => nama perempuan tetapi tdk ber-ة
مُغِيْرَةُ (Mughirah) => nama laki² tetapi diakhiri ة.
10. Nama orang asing (non Arab)
Contoh :
إِبْرَاهِيْمُ (Ibrahim)
إِسْمَاعِيْلُ (Ismail)
يُوْسُفُ (Yusuf)
يُوُْنُسُ (Yunus)
إِسْحَاقُ(Ishaq)
يَعْقُوْبُ (Ya'qub)
أَيُّوْبُ (Ayyub)
هَارُوْنُ (Harun)
سُلَيْمَانُ (Sulaiman)
دَاوُوْدُ (Dawud)
Kecuali nama asing yang terdiri dari 3 huruf dan huruf tengahnya sukun maka bukan isim ghairu munsharif. Oleh karena itu, tetap ditulis ditanwin. Contoh : هِنْدٌ (Hindun [nama laki-laki]), هُوْدٌ (Hud), نُوْحٌ
(Nuh).
11. Nama yang seolah² terdiri dari ≥ 2 kata.
Contoh :
بَعْلَبَكَ => nama orang. Seolah² terdiri dari بَعْلَبَ +(kamu) كَ
حَضْرَمَوْتُ (Hadramaut) => Suatu lembah di negeri Yaman. Seolah² terdiri dari حَضْرَ + مَوْتُ karena biasanya isim mashdar tsulatsi berwazan فَعْلًا.
Isim ghairu munsharif tidak bisa berharakat kasrah kecuali jika disambung dengan mudhaf ilaih atau diawali dengan alif lam.
Contoh :
فِى مَسَاجِدِهِمْ (di dalam masjid mereka) => terdapat mudhaf ilaih هِمْ. Tentang mudhaf ilaih insyaAllah akan dibahas di Bagian berikutnya.
فِى الْمَسْجِدِ (di dalam masjid tersebut) => diawali alif lam.
Mudhaf Ilaih+ Mudhaf :
Susunan mudhaf ilaih + mudhaf bisa dikatakan seperti frasa kata benda. Misalnya kita ingin mengatakan Kitab Zaid (kitab milik Zaid), berasal dari kata Kitab + Zaid. Pada bahasa Arab juga demikian, كِتَابُ+ زَيْدٍ = كِتَابُ زَيْدٍ. Kata كِتَابُ sebagai mudhaf, sedangkan kata زَيْدٍ sebagai mudhaf ilaih.
Isim Mabni
Yakni isim yang tidak mengalami perubahan pada harakat huruf terakhirnya.
1. Isim Dhamir,
adalah kata ganti seperti "aku","kamu","dia","kami","kita","mereka", atau"kalian" pada bahasa Indonesia.
Dhamir "dia" dan "mereka", dalam bahasa Indonesia disebut kata ganti orang ke-3. Dalam bahasa Arab disebut dhamir ghaib, karena orang yang kita bicarakan tidak ada di depan kita.
Dhamir "kamu" dan "kalian", dalam bahasa Indonesia disebut kata ganti orang ke-2. Dalam bahasa Arab disebut dhamir mukhatab, karena mukhatab artinya "orang yang diajak bicara".
2. Isim Isyarah
Adalah kata seperti "ini" dan "itu". Dalam bahasa Indonesia hanya ada 2 kata, sedangkan dalam bahasa Arab ada banyak seperti berikut.
"Ini" artinya sesuatu yang berjarak dekat dengan kita sebagai pembicara.
"Itu" artinya sesuatu yang berjarak jauh dengan kita sebagai pembicara.
Seperti dalam bahasa Inggris yang mana terdapat verb 1, verb 2, dan verb 3, bahasa Arab memiliki 3 bentuk kata kerja(fi'il). Fi'il dibagi menjadi fi'il madhi (masa lampau), fi'il mudhari (masa sekarang/akan datang), dan fi'il amr (kata perintah). Bedanya pada bahasa Inggris tidak ada verb khusus kata perintah.
Dalam bahasa Arab, wazan adalah semacam rumus suatu kata. Mauzun adalah kata yang sudah dimasukkan ke suatu wazan.
Contohnya :
Wazan فَعُلَ, contoh mauzunnya adalah كَرُمَ (mulia), بَعُدَ (jauh), dll.
Wazan أَفْعَلَ, contoh mauzunnya adalah أ كْرَمَ (memuliakan), أَبْعَدَ (menjauhkan), dll.
Dalam bahasa Arab, wazan adalah semacam rumus suatu kata. Mauzun adalah kata yang sudah dimasukkan ke suatu wazan.
Contohnya :
Wazan فَعُلَ, contoh mauzunnya adalah كَرُمَ (mulia), بَعُدَ (jauh), dll.
Wazan أَفْعَلَ, contoh mauzunnya adalah أ كْرَمَ (memuliakan), أَبْعَدَ (menjauhkan), dll.
Fi'il tsulatsi dibagi menjadi :
a. Tsulatsi Mujarrad, adalah fi'il tsulatsi seperti aslinya tanpa tambahan huruf apapun. Contoh : wazan فَعَلَ dan mauzun كَتَبَ.
b. Tsulatsi mazid, adalah fi'il tsulatsi yang diberi huruf tambahan. "Mazid" artinya "tambahan".
a. Tsulatsi Mujarrad, adalah fi'il tsulatsi seperti aslinya tanpa tambahan huruf apapun. Contoh : wazan فَعَلَ dan mauzun كَتَبَ.
b. Tsulatsi mazid, adalah fi'il tsulatsi yang diberi huruf tambahan. "Mazid" artinya "tambahan".
Comments
Post a Comment